Archive for Oktober, 2008

Mengapa Matahari begitu Terik..?

JAKARTA, RABU — Keadaan awan bersih mendukung radiasi matahari berlangsung maksimal, terutama di wilayah-wilayah dengan koordinat paling dekat dengan matahari, seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Ini menyebabkan suhu menyengat beberapa pekan terakhir di wilayah-wilayah itu.

”Dari tinjauan klimatologis, suhu tinggi seperti sekarang, terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, masih normal,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Widada Sulistya, Selasa (21/10) di Jakarta.

Sesuai data BMKG, suhu tertinggi terakhir kali tercatat pada Jumat di Stasiun BMKG Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat—38 derajat Celsius. Suhu tinggi berulang kali terjadi di Jatiwangi beberapa pekan terakhir.

Suhu di Jakarta, kemarin dan beberapa hari sebelumnya, paling tinggi 35 derajat Celsius. Panas ini cukup mengganggu aktivitas. Widada mengatakan, beberapa bulan lalu di Jakarta sudah turun hujan dan kini merasakan terik matahari. Hujan itu, menurut dia, karena gangguan adanya siklon tropis di perairan Filipina.

Awan tebal

Sebagian kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan mengalami suhu 33-35 Celsius meski sudah memasuki awal musim hujan. Suhu panas antara lain karena pelepasan suhu permukaan bumi-laut tertahan dan dipantulkan kembali oleh awan tebal.

Di sisi lain, musim pancaroba juga mengakibatkan pertemuan arus angin tenggara dengan angin barat daya-barat laut. Pertemuan ini membentuk semacam pusaran angin yang diistilahkan sebagai ”punpun angin” yang membentuk awan aktif.

”Pun angin perlu diwaspadai karena berpotensi memunculkan puting beliung atau angin kencang,” katanya.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Kenten Kota Palembang M Irdham, kemarin, wilayah Sumsel yang mengalami suhu panas, antara lain, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Induk, Muara Enim, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut dia, pada akhir musim pancaroba biasanya banyak muncul awan tebal, Nimbostratus (Ns) atau Cumulonimbus (Cb). Awan-awan tebal ini menghalangi pelepasan suhu ke atmosfer sehingga panas dari bumi dipantulkan kembali ke bumi.

Add comment Oktober 23, 2008

MAtahari bersinar 36 Jam.? Bohong !!

JAKARTA Informasi dari internet yang beredar di kalangan masyarakat akhir-akhir ini mengenai matahari akan terlihat atau menyinari selama 36 jam pada 17 Oktober 2008 di wilayah Indonesia merupakan kabar bohong. Matahari akan tetap bersinar selama rata-rata 12 jam di Indonesia.

Demikian dikemukakan peneliti utama bidang astronomi astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaludin, serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Mezak Arnold Ratag secara terpisah, Rabu (15/10) di Jakarta.

”Sistem rotasi Bumi sering disebut memiliki gerak gasing dengan kemiringan sumbu sebesar 23,5 derajat, tetapi tetap tidak memungkinkan wilayah ekuator mendapatkan sinar matahari sampai 36 jam dalam 2.400 tahun sekali seperti dinyatakan dalam kabar bohong itu,” kata Thomas Djamaludin.

Mezak menuturkan, penyinaran matahari di wilayah ekuator, termasuk Indonesia, yang memiliki batas koordinat 11 derajat Lintang Selatan (LS) sampai 6 derajat Lintang Utara (LU) rata- rata melihat sinar matahari hanya selama 12 jam plus atau minus 45 menit. Kemungkinan matahari dapat terlihat selama 36 jam sangat tidak mungkin.

Thomas menjelaskan, kabar bohong mengenai astronomi tidak hanya terjadi sekali ini. Ia mencontohkan, pada 27 Agustus 2004 juga pernah beredar informasi berupa purnama ganda. ”Ketika itu yang dimaksudkan purnama pada Bulan dan planet Mars secara bersamaan. Namun, tetap saja tidak dapat dikatakan purnama ganda karena keduanya terlihat dari Bumi tampak sama sekali berbeda ukurannya,” kata Thomas.

Add comment Oktober 22, 2008

Belalang Raksasa dari Kalimantan

Satwa unik yang dikenal para ahli serangga Indonesia sebagai
belalang ranting dari hutan Pulau Kalimantan, diidentifikasi para
peneliti pada Museum Sejarah Alam, London, Inggris, sebagai serangga
terpanjang di dunia.

Serangga ranting (Phobaeticus chani) dari Kalimantan tercatat sebagai serangga terpanjang di dunia.

Spesies Phobaeticus chani betina ranting menyerupai pensil dengan empat lengan dan dua antena. Untuk bertahan hidup dari predator alami di hutan-hutan tropis,

serangga itu menyamar di antara ranting- ranting dan seresah dedaunan.

Selain berbentuk unik, serangga ranting diketahui dapat berubah warna menyesuaikan media yang dihinggapinya. Diungkapkan pihak Museum Sejarah Alam, dua spesimen Phobaeticus chani yang lain dikoleksi di Malaysia.

Kepastian status terpanjang di dunia itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Associated Press (AP), ditegaskan beberapa ahli serangga (entomolog)

dari Inggris, Italia, dan Amerika Serikat (AS), yang secara resmi dimuat dalam jurnalZootaxa yang terbit bulan ini. Penambahan nama chani di belakang Phobaeticus untuk menghormati Chan Chew Lun.

”Kami punya banyak belalang ranting, tetapi dari genus lain,” kata peneliti serangga pada Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosichon Ubaidillah ketika dihubungi di Cibinong, Jawa Barat, Jumat (17/10). Spesimen belalang ranting dari genus Cyphocrania sepanjang 30 cm tersimpan di Museum Biologi LIPI. Menurut Rosichon, masih banyak jenis belalang ranting koleksi LIPI, tetapi belum diidentifikasi secara detail. Di dunia, setidaknya 3.000 spesies belalang ranting yang telah diidentifikasi. (GSA)

Add comment Oktober 20, 2008


Halaman

 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tulisan Terakhir

Tulisan Teratas

Kategori

Arsip

Kegiatan demosains CREATIVE

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

More Photos

Tag Populer di Creative

balon anti pecah Bimbel bocoran soal uasbn 2009 bocoran soal un 2009 BSE buku gratis buku online buku sekolah elektronik buku sekolah gratis cara belajar creative demosains demo sains Demosains creative ebook faktor belajar gratis jadwal UN 2009 kisi-kisi un 2009 kutai kartanegara LKIR 2009 National Young Innovator Awards 2008 PAKEM CREATIVE Pelatihan roket air pelatihan sains percobaan ipa percobaan sain percobaan sains permainan sains Pesta sains anak jalanan POS UN 2009 prediksi soal un 2009 robotik roket air roket asap sel punca skl 2009 Smoke rocket SNMPTN 2009 soal prediksi uasbn 2009 Standar nilai kelulusan Un 2009 tenggarong ujian nasional 2009 UN 2009 water rocket

Klik tertinggi

yang mampir di creative

Blogroll

yang komen

rhiezyetta Biladhaa di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
AYASYH di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
andhika di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
nanik yohana di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
Ishomuddin Ma'shum di Standar Kelulusan Ujian Nasion…