Posts filed under 'article creative'

Ilmuwan Temukan 32 Planet Baru

SpaceAstronom Eropa mengumumkan telah menemukan 32 planet baru yang mengorbit sejumlah bintang di luar sistem tata surya kita. Temuan itu menunjukkan 40% bintang memiliki planet. Planet-planet itu memiliki ukuran mulai dari sekitar lima kali Bumi hingga lima kali Yupiter, kata mereka. Sejumlah planet lain juga telah ditemukan, dan para astronom berjanji akan mengumumkan hal itu pada akhir tahun ini.

Penemuan terakhir itu membuat jumlah planet yang ditemukan di luar sistem tata surya kita menjadi sekitar 400, kata Stephane Udry dari Observatorium Jenewa di Swiss.  “Alam sepertinya tidak kosong, jika ada ruang untuk planet maka akan ada planet di sana,” kata Udry kepada wartawan dalam penjelasan di pertemuan astronom di Porto, Portugal.

“Lebih dari 40% bintang seperti Matahari memiliki planet-planet dengan massa rendah,” tambahnya. Tim astronom itu menggunakan spektrograf HARPS (Pencari Planet Kecepatan Cahaya Akurasi Tinggi) yang dipasang pada teleskop 3,6 meter Observatorium Selatan Eropa (ESO) di La Silla, Chile.

Spektrograf itu tidak menggambarkan planet-planet tersebut secara langsung, namun ilmuwan bisa menghitung ukuran dan massanya dengan mendeteksi perubahan kecil pada getaran bintang yang ditimbulkan oleh tarikan gravitasi kecil planet. Para astronom ingin menemukan planet-planet seperti Bumi karena ini merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk menopang kehidupan.

HARPS telah menemukan 75 planet yang mengitari 30 bintang yang berbeda. Tim ESO tidak memberikan penjelasan terinci mengenai bintang-bintang apa yang diorbit oleh ke-32 planet baru itu. (humasristek).

Add comment Oktober 22, 2009

Standar Kelulusan Ujian Nasional 2010 Naik Lagi

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) berencana menaikkan lagi standar kelulusan Ujian Nasional (UN) pada 2010. Ketua BSNP, Prof Mungin Eddy Wibowo di Semarang, Senin (29/6) mengatakan, standar kelulusan UN setiap tahun memang selalu mengalami kenaikan. “Tahun lalu standar kelulusan 5,25, naik menjadi 5,5 tahun ini, dan rencananya pada 2010 akan dinaikkan lagi,” katanya.

Menurut dia, kenaikan standar kelulusan UN didasarkan pada standar pendidikan nasional dan diharapkan dapat memacu motivasi peserta didik dan guru. “Kenaikan standar kelulusan UN juga dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat pembelajaran dan proses pencapaian pendidikan,” katanya. Namun, menurut dia, BSNP tetap akan melihat dan mempertimbangkan keragaman pencapaian pendidikan di setiap daerah yang akan dianalisis dan dievaluasi.

Menurut dia, ada tiga pihak yang dapat melakukan penilaian pendidikan. Pertama pendidik lewat ulangan atau tugas, kedua satuan pendidikan lewat ujian sekolah, dan terakhir pemerintah lewat UN. Karena itu, salah satu pencapaian pendidikan yang dapat dijadikan tolok ukur adalah tingkat kelulusan UN. “Tingkat kelulusan UN di setiap daerah memang bervariasi, namun secara umum menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya.

Padahal, kata dia, standar kelulusan dari semula sebesar 5,25 untuk rata-rata seluruh mata pelajaran yang diujikan, dinaikkan menjadi sebesar 5,5 pada tahun ini. Ia mengatakan, kenaikan tingkat kelulusan UN secara umum tersebut menunjukkan peningkatan standar pendidikan nasional dan pencapaian satuan pendidikan di beberapa daerah.

Selain itu, kata dia, kenaikan standar UN juga akan dipertimbangkan dari beberapa aspek, antara lain standar isi, standar kompetensi lulusan, standar pendidik, dan standar proses. Mungkin belum menetapkan besaran kenaikan standar kelulusan UN pada 2010.

Ia mengatakan, BSNP perlu membicarakan dan menganalisis lebih dulu hasil-hasil yang dicapai oleh setiap satuan pendidikan di seluruh daerah untuk menentukan besar standar kelulusan UN nantinya. “Tapi, kami memastikan kenaikan standar kelulusan UN tidak akan dilakukan secara drastis, namun akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai aspek,” katanya. (Republika)

110 comments Juli 31, 2009

Pekan Depan, Olimpiade Sains Nasional VIII Digelar di Jakarta

JAKARTA, — Untuk kedelapan kalinya, Menteri Pendidikan Nasional akan mengadakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang akan berlangsung pada 3-9 Agustus 2009.

OSN kali ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8). OSN VIII 2009 rencananya diselenggarakan di beberapa tempat di Jakarta setelah sebelumnya dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Kali ini, pesertanya mencapai 1.447 siswa, terdiri atas 198 siswa SD/MI, 297 siswa SMP/MTs, dan 886 siswa SMA/MA se-Indonesia.

“Ini adalah event yang terakhir untuk tahun ini dan sekaligus juga sebagai gong dari event-event lainnya,” ujar Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Suyanto, PhD di Jakarta, Jumat (31/7).

Selain menjaring siswa unggulan di bidangnya untuk menjadi tim nasional dalam kompetisi internasional, OSN juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di bidang sains, melalui budaya belajar, berkarya, pengembangan potensi diri, sikap kompetitif, serta meningkatkan dan memperkokoh rasa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Menurut Suyanto, event ini sudah menjadi pemacu dan pemicu kompetisi siswa di berbagai daerah. Semangat kompetisi yang tadinya hanya terpusat di Jakarta kini sudah hampir merata di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Suyanto juga menambahkan, secara kualitas siswa di daerah tidak kalah saing dengan siswa di Jakarta. Namun, kurangnya latihan-latihan dan tantangan di daerah membuat semangat juang mereka berkurang.

1 comment Juli 31, 2009

Workshop, Kompetisi Roket Air & Pesta Erau 2009 Kutai Kertanegara

FESTIVAL ERAU 2009 KUTAI KERTANEGARA

Atas undangan dari Balitbangda kabupaten Kutai Kertanegara, Lembaga Pendidikan Demosain CREATIVE menyelenggarakan serangkaian kegiatan mulai tanggal 24 Juli 2009 s/d 26 Juli 2009. Erau 2009_2

Dalam rangka menumbuhkan minat akan pelajaran terutama sains dan juga lebih mengenalkan roket air kepada kalangan siswa, maka Badan Penelitian Pengembangan Daerah Kutai Kertanegara mengadakan workshop training air tingkat SMP se-kota Tenggarong. Workshop diikuti oleh 10 sekolah setingkat SMP selama satu hari penuh pada tanggal 24 Juli 2009. Materi workshop meliputi prinsip dasar kerja roket air, cara pembuatan roket air, pembuatan parasut hingga teknis “launching” roket yang aman.

Keesokan harinya diadakan kompetisi roket air berparasut dengan kriteria lomba meliputi performan fisik roket, waktu pemasangan roket pada “launcer” dan lama roket diudara terhitung dari launching hingga mendarat di tanah. Semua peserta sangat antusias untuk membuat roket sebaik mungkin dan mewakili sekolah masing2 ketika perlombaan diadakan.

Erau 2009_1

Pada tanggal 26 Juli 2009, bertepatan dengan Pembukaan Festival Erau 2009 Kutai Kertanegara, pemenang lomba diumumkan di depan stand Balitbangda Kutai Kertanegara. Sebelum pengumuman serta penyerahan hadiah oleh Kepala Balitbangda Kutai Kertanegara Bapak H. Otoy Usman, sebagai bagian dari prosesi pembukaan Erau 2009, dilaksanakan “launching” 2 roket air dan 1 roket asap secara serentak di depan stand Balitbangda Kutai Kertanegara tersebut. Roket air masing-masing dilepas oleh bapak Bupati Kutai Kertanegara dan bapak Gubernur Kaltim. Sedangkan roket asap yang rencananya dilepas oleh bapak Menteri Parawisata, diwakilkan kepada ibu Deputi karena bapak menteri ada kegiatan di kota lainnya.

Erau 2009_3Selamat berpesta Erau 2009 Tepong Tawar…

5 comments Juli 26, 2009

Susah Menghapal – Coba Cara Ini

Menghapal, bagi sebagian orang, masih dianggap sebagai momok menakutkan. Terbayang kata-kata yang begitu banyak yang harus dijejalkan ke dalam otak.

Ya, belum lagi jika kata-kata itu harus memakai istilah-istilah asing macam oryza sativa alias padi, Panthera Tigris alias Harimau Jawa, atau nama-nama kerajaan dan tahun berkuasanya. Hal-hal semacam itu kerap membuat orang bergidik.

Nah, untuk membantu kita untuk menghapal, teknik Mind Map atau Pemetaan Pikiran bisa menjadi pilihan. Mind Map merupakan teknik yang memungkinkan kita mengeksplorasi seluruh kemampuan otak.

Teknik ini membantu kita untuk menghilangkan rasa jenuh saat berpikir dan belajar. Karena, dengan teknik inilah kita bisa melibatkan keseimbangan kerja otak kiri dan otak kanan melalui pemetaan pikirin yang melibatkan coretan gambar, warna, garis, dan kata kunci.

Berikut adalah tips untuk membuat Mind Map yang dibagikan oleh Susanto Edy, President Director dari Supermap, sebuah Pusat Pelatihan Mind Map di Indonesia. “Untuk pertama kali mungkin terasa sedikit susah, tapi seiring waktu ditambah ketekunan, pasti mudah untuk dilakukan,” ujar Susanto.

- Siapkan materi yang akan dibuat menjadi Mind Map. Akan sangat baik jika kita sudah menguasai data-data yang penting

- Siapkan kertas kosong

- Siapkan spidol atau pen warna, setidaknya dengan tiga macam warna

- Posisikan kertas secara landscape atau horisontal

- Tuliskan topik utama pada tengah – tengah kertas, lalu tambahkan gambar atau visualisasi yang berhubungan serta menarik

- Dari topik utama di tengah, tarik garis sebagai cabang pertama di kanan atas untuk sub-topik

- Berikan satu kata kunci (keyword) untuk masing-masing sub-topik, dan tuliskan di atas garis

- Gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang sub-topik, tambahkan pula dengan gambar, simbol, ataupun visualisasi yang mudah diingat dan memiliki kaitan

- Setelah selesai, rapikan dan kelompokkan Mind Map agar mudah digunakan dan direvisi di kemudian waktu

- Mind Map siap digunakan

3 comments Juli 19, 2009

Awas, Jangan Keliru Melihat Bakat Anak!

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa pakar pendidikan mengatakan, dua sampai sepuluh persen anak-anak berbakat saat ini cenderung mengalami kesulitan belajar sehingga memerlukan perhatian dan penanganan khusus.

Satu dari beberapa pakar itu adalah Prof.Dr. Conny Semiawan, yang mengatakan hal tersebut dalam peluncuran bukunya bertajuk ‘Kreativitas Keberbakatan’. Buku tersebut dibedah bersama-sama pakar lainnya seperti pakar pilsafat Prof.Dr. Toeti Herati Roosseno, pakar pendidikan Prof Dr HAR Tilaar, serta sosiolog Imam B Prasodjo, di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut Conny, kelompok anak-anak berbakat tersebut terdiri dari tiga sub kelompok. Kelompok pertama adalah anak berbakat yang mengalami kesulitan belajar di bidang tertentu. Mereka tidak dikenal sebagai anak berbakat lantaran tertutup oleh rendahnya motivasi belajarnya sendiri.

Kelompok kedua adalah anak berbakat yang tidak pernah diketahui sebagai anak berbakat. Hal itu terjadi karena kemampuan dan ketidakmampuannya saling menutupi. Alhasil, potensi sesungguhnya dari si anak tidak pernah terwujud. Si anak akhirnya dianggap hanya sebagai anak berprestasi biasa.

Sementara itu, kelompok ketiga merupakan kelompok anak berbakat yang kemampuannya tidak teridentifikasi. Akibatnya, si anak tidak mengerti kinerja intelektualnya. Si anak pun merasa tidak pernah terpenuhi kebutuhannya sebagai anak berbakat.

Biasanya, anak berbakat yang tanpa punya prestasi sesuai potensinya kerap berperilaku rendah diri, mereka seringkali bersikap negatif terhadap sekolah atau gurunya, bersikap selalu defensif, suka menyalahkan orang lain, kedewasaan yang tidak matang, serta punya kebiasaan belajar kurang baik,” ujarnya.

Sampai akhirnya, lanjut Conny, kondisi si anak akan mencapai tahap under achievement atau menyimpang dari standar prestasi. Hal tersebut tak lain suatu kondisi yang menunjukkan adanya keadaan terpisah antara kognisi dan emosi yang menunjukkan sebuah gangguan sinergi antara rasio dan emosi. Conny menandaskan, kondisi tersebut harus segera ditangani.

“Sehingga sangat diperlukan komunikasi antara orangtua dan sekolah atau gurunya, sehingga memungkinkan munculnya harapan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut, si anak berbakat pun bisa menjadi anak yang sukses di sekolah sesuai potensinya di kemudian hari,” tambahnya.

Hanya, di sisi lain, beberapa anak berbakat ada pula yang, karena sangat dikagumi dan terlalu sering dipuji, justru cepat mengalami tekanan atau depresi. Pasalnya, kondisi tersebut membuat si anak menjadi sulit untuk bisa mengalami kemajuan jika tiap segala yang dilakukannya tidak mendapatkan pujian.
LTF

Add comment Juni 20, 2009

Kompetisi Menulis Opini GFTN

kompetisigftnposter2resize
info lengkap
www.wwf.or.id
http://gftn.panda.org

1 comment April 10, 2009

Previous Posts


Halaman

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tulisan Terakhir

Tulisan Teratas

Kategori

Arsip

Kegiatan demosains CREATIVE

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

More Photos

Tag Populer di Creative

balon anti pecah Bimbel bocoran soal uasbn 2009 bocoran soal un 2009 BSE buku gratis buku online buku sekolah elektronik buku sekolah gratis cara belajar creative demosains demo sains Demosains creative ebook faktor belajar gratis jadwal UN 2009 kisi-kisi un 2009 kutai kartanegara LKIR 2009 National Young Innovator Awards 2008 PAKEM CREATIVE Pelatihan roket air pelatihan sains percobaan ipa percobaan sain percobaan sains permainan sains Pesta sains anak jalanan POS UN 2009 prediksi soal un 2009 robotik roket air roket asap sel punca skl 2009 Smoke rocket SNMPTN 2009 soal prediksi uasbn 2009 Standar nilai kelulusan Un 2009 tenggarong ujian nasional 2009 UN 2009 water rocket

Klik tertinggi

yang mampir di creative

Blogroll

yang komen

noeng di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
noeng di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
M.Fariz aqil di Standar Kelulusan Ujian Nasion…
trailer di Bocoran soal (prediksi) UASBN…
citra di Standar Kelulusan Ujian Nasion…