6 Pemenang National Young Innovator Awards 2008

September 1, 2008 at 7:17 am Leave a comment

inilah 6 hasil karya generasi muda kita yang akan menjadi calon penemu dimasa depan.

mereka merupakan finalis final National Young Innovator Awards 2008 yang digelar di Pusat Peragaan Iptek Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu lalu. Mudah-mudahan dimasa depan makin banyak generasi muda kita yang berminat dengan penelitian di bidang sains dan teknoilgi sehingga dimasa depan bangsa kita tidak hanya menjadi bangsa USER tapi ikut berpartisipasi dalam perkembangan sains dan teknologi di dunia.

1. Alat Hambat Bau (Alhab) di Kamar Mandi dan WC

Inovator: Nurvirta Monarizqa, Wulan Nur Jatmika, dan Mirzania Mahya Fathia dari SMAN 1 Yogyakarta.

Alat yang ditanam di mulut saluran pembuangan ini memiliki sirkulasi yang memungkinkan air buangan mengalir lancar tapi bau dari dalam saluran tertahan. “Alhab mudah digunakan, efektif, dan ekonomis. Dengan Alhab, masalah bau di kamar mandi teratasi,” begitulah bunyi promosi Nurvirta cs.

2. Katrol Galon

Inovator: Olivia Marcelina Sugiharto dari SMA Stella Duce I, Yogyakarta.

Alat ini bekerja atas asas katrol beroda sederhana yang mampu mengerek galon berisi air lalu membaliknya lewat bantuan as sesampainya di puncak. Bingkai alat yang dibuat beroda memungkinkan galon diposisikan tepat di atas dispenser, sebelum kemudian diturunkan kembali. “Mudah, higienis, dan tentu saja bebas encok,” begitulah Olivia menjagokan alat ciptaannya ini.

3. Lemari Pengembang Roti (Proofing Box)

Inovator: Muhammad Luthfi Nur Fakhri dari SMP Islam Terpadu Ummul Quro, Bogor, Jawa Barat.

Pada prinsipnya, Luthfi merangkai alat berupa inkubator untuk membuat roti. Alat ini didesain sedemikian rupa agar mampu mempertahankan suhu dan kelembapan optimum pada proses peragian atau pengembangan adonan, yaitu 35 derajat Celsius. Dengan alat ini, Luthfi mengklaim roti sudah jadi dalam 30-90 menit, jauh lebih singkat dibanding yang dibutuhkan apabila proses pengembangan adonan dibiarkan dalam suhu kamar yang bisa 2-3 jam.

4. Helm Komunikator Berbasis Getaran Membran

Inovator: Annora Marsha, Muhammad Zimamul Adli, dan Puguh Sasi dari SMA Unggulan BPPT AL Fattah, Lamongan, Jawa Timur.

Supaya aman dan demi keselamatan, setiap berkendara sepeda motor memang harus mengenakan helm. Semakin tertutup semakin baik. Tapi, masalahnya, helm-helm yang sama menyebabkan komunikasi antara si pengendara dan orang yang dibonceng bisa terputus total. Belum lagi karena si “pilot” harus berkonsentrasi penuh.

Helm yang dibuat oleh Annora cs ini bisa membuat komunikasi di atas sepeda motor yang melaju tersambung kembali. Dengan menggunakan selang pipa yang dihubungkan antara satu helm dengan yang lainnya, mereka meniru teori kerja stetoskop yang mampu menangkap getaran suara yang merambat di udara sekaligus memperbesarnya. Berboncengan pun jadi lebih nyaman.

5. Helm Charger 2

Inovator: Maria Eleonora dan Thomas Yoehono dari SMP Kristen Petra 3, Surabaya, Jawa Timur.

Ditemui setelah acara penganugerahan, Maria menyatakan bahwa versi Helm Charger 2 ini khusus ia kembangkan dari versi sebelumnya untuk diikutkan dalam National Young Innovator Awards (NYIA) 2008. “Saya menambahkan rangkaian autoprotector untuk melindungi tegangan yang masuk ke baterai supaya tidak berlebihan,” tutur Maria.

Pengalaman Maria saat berkeliling dengan mengenakan helm charger-nya yang pertama bisa membuat baterai ponsel cepat soak. Awalnya, Maria dan Thomas mencoba memanfaatkan tenaga angin untuk isi ulang baterai ponsel selama di perjalanan. Asas yang dijunjung tentu saja energi ramah lingkungan dan efisiensi waktu. Masalahnya, seperti yang diungkap oleh Anung Kusnowo, ketua tim juri, bangkitan muatan listriknya masih terlalu kecil.

Sebagai ilustrasi, apabila pengendara motor melaju 60 kilometer per jam, ia membutuhkan tujuh jam untuk bisa membuat baterai ponselnya penuh kembali. Maria mengakui keterbatasan itu. “Tapi saya ingin menambah penguat tegangan dan memperbaiki desainnya dulu untuk pengembangan selanjutnya,” kata dia.

6. Es Krim Labu Kuning

Inovator: Adiyah Junaidi Kapukong dan Rani Febrian Pelang dari SMPN 3 Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Barat.

Labu kuning, buah sayur yang kaya gizi, melimpah di Alor, Nusa Tenggara Barat. Selain kaya karbohidrat, labu kuning juga dikenal mengandung banyak karotenoid, kelompok senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan. Labu kuning boleh dibilang pantas dikonsumsi untuk menghambat penyakit degeneratif seperti penuaan dini, diabetes, katarak, dan kanker.

Nah, yang dilakukan Adiyah dan Rani adalah menawarkan teknik pengawetan dengan cara mengolah buah itu menjadi penganan yang lebih bergengsi, menarik, dan disukai segala usia: es krim. Adiyah mengungkapkan bawa spontanitasnya muncul setelah setiap hari melihat neneknya pulang dari kebun dengan membawa labu kuning. Tapi, labu-labu itu jarang diolah untuk santapan keluarga, melainkan diberikan kepada ternak. Akhirnya Adiyah berdiskusi dengan temannya, Rani. Saat itu, Rani yang sedang menikmati es krim ditanya Adiyah, “Enaknya diapakan labu kuning ini?”

Hingga saat ini, Adiyah telah membuat ribuan cangkir es krim labu kuning. “Saya pernah memasukkan es krim ini ke Ekspo Alor. Sehari-harinya saya dibantu oleh ibu kantin di sekolah,” tutur dia. Adiyah mengaku sudah menikmati uang jajan tambahan dari berjualan es krim–Rp 1.000 per cangkir-hingga jutaan rupiah. “Uangnya dibagi-bagi karena saya dibantu teman-teman saat membuat es krim itu,” ujar Adiyah.

Ada enam inovasi terpilih yang diumumkan pada Sabtu sore lalu. Selain es krim dari labu kuning dan alat hambat bau, katrol galon buatan Olivia Marcelina Sugiharto dari SMA Stella Duce I, Yogyakarta, juga masuk dalam kelompok itu.

Tiga lainnya adalah Lemari Pengembang Roti (Proofing Box) milik Muhammad Luthfi Nur Fakhri dari SMP Islam Terpadu Ummul Quro, Bogor, Jawa Barat, sedangkan dua inovasi sisanya sama-sama terkait dengan helm, yakni Helm Komunikator Berbasis Getaran Membran dan Helm Charger.

Neni Sintawardani, Kepala Biro Kerja sama dan Promosi Iptek di LIPI yang juga ketua panitia pelaksana NYIA 2008, menyarankan agar semua inovasi tersebut dipatenkan. “LIPI akan membantu,” tutur Neni.

koran tempo

Entry filed under: article creative. Tags: .

Eksperimen Fisika Terbesar Dijadwalkan Bulan Depan National Young Innovator Awards 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Kegiatan demosains CREATIVE

lantai kita

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

More Photos

yang mampir di creative

  • 407,817 hits

%d bloggers like this: