Posts tagged ‘Standar nilai kelulusan Un 2009’

Info UN Terbaru

Jakarta, Senin (12 Januari 2009) — Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2008/2009 jenjang SMP/MTs/SMPLB akan dilaksanakan pada bulan April 2009. Ujian utama dilaksanakan pada tanggal 27, 28, 29, dan 30 April 2009 mulai pukul 8.00 – 10.00, sedangkan ujian susulan dilaksanakan pada tanggal 4, 5, 6, dan 7 Mei 2009. Sementara ujian utama SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 20, 21, 22, 23, dan 24 April 2009, sedangkan ujian susulan dilaksanakan pada tanggal 27, 28, 29, 30 April 2009, dan 1 Mei 2009.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (Ka BSNP) Mungin Eddy Wibowo mengatakan, ujian utama SMALB diselenggarakan pada tanggal 20,21, dan 22 April 2009 mulai pukul 8.00 – 10.00, sedangkan ujian susulan diselenggarakan pada tanggal 27, 28, 29 April 2009. Sementara ujian utama SMK diselenggarakan pada tanggal 20, 21, dan 22 April 2009 mulai pukul 8.00 – 10.00, sedangkan ujian susulan diselenggarakan pada tanggal 27, 28, dan 29 April 2009. “BSNP telah menyusun prosedur operasi standar (POS) untuk ujian kompetensi. Kisi – kisinya juga sudah disusun,” katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, Senin (12/1/2009).

Jadwal UN Kompetensi Keahlian SMK harus selesai satu minggu sebelum UN utama dan mengacu pada ketentuan khusus tentang teknis pelaksanaan uji kompetensi keahlian. “Bagi SMK program empat tahun, uji kompetensi keahlian dilaksanakan pada tahun ke empat,” kata Mungin.

Adapun Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun Pelajaran 2008/2009 SD/MI/SDLB akan dilaksanakan pada tanggal 11, 12, dan 13 Mei 2008 untuk ujian utama dan pada tanggal 18, 19, dan 22 Mei 2009 untuk ujian susulan.

Selengkapnya mata pelajaran yang diujikan untuk jenjang SMP/MTs/SMPLB meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada jenjang SMA/MA program IPA mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Biologi, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan Kimia, sedangkan untuk program IPS meliputi Bahasa Indonesia, Sosiologi, Bahasa Inggris, Matematika, Geografi, dan Ekonomi.

Adapun untuk program Bahasa mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Sejarah Budaya/Antropologi, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, dan Bahasa Asing, sedangkan untuk program Keagamaan meliputi Bahasa Indonesia, Ilmu Kalam, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Hadist, dan Ilmu Tafsir.

Sementara, pada jenjang SMALB mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, sedangkan pada jenjang SMK akan mengujikan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan uji kompetensi keahlian.

Pengumuman hasil UASBN SD dan UN SMP/MTs/SMPLB dilakukan serentak di sekolah/madrasah penyelenggara selambat – lambatnya pada minggu ketiga bulan Juni 2009, sedangkan pengumuman hasil UN SMA/MA/SMK/SMALB selambat – lambatnya pada minggu kedua bulan Juni 2009.

Kriteria kelulusan UASBN ditetapkan oleh setiap sekolah/madrasah yang peserta didiknya mengikuti UASBN melalui rapat dewan guru yang. Kriteria kelulusan ini mencakup nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan dan nilai rata – rata ketiga mata pelajaran. “Kelulusan UASBN digunakan sebagai salah satu pertimbangan penentuan kelulusan dari sekolah/madrasah, ” kata Mungin.

Sementara, peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN, yakni memiliki nilai rata – rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata – rata UN.

Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai tersebut di atas, sebelum pelaksanaan UN. Peserta UN diberikan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.

Mungin mengatakan, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada penjelasan pasal 68 butir b, hasil ujian nasional dijadikan sebagai salah satu dasar seleksi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Satuan pendidikan, kata dia, dapat melakukan seleksi dengan menggunakan instrumen seleksi yang materinya tidak diujikan dalam Ujian Nasional.

Dia mencontohkan, perguruan tinggi dapat menyelenggarakan tes bakat skolastik, tes intelegensil, tes minat, tes bakat, tes kesehatan, atau tes lainnya sesuai dengan kriteria pada satuan pendidikan tersebut. “Hal ini tidak hanya berlaku untuk perguruan tinggi saja, nanti untuk SMP pun masuk ke SMA tidak perlu ada tes yang materinya sama dengan UN,” ujarnya.

Mungin menyampaikan, satuan pendidikan wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan ini paling lambat tujuh tahun sejak mulai berlakunya PP Nomor 19/2005. “Harapannya ke depan perguruan tinggi betul – betul akan memanfaatkan hasil ujian ini sebagai dasar seleksi penerimaan mahasiswa baru,” katanya.

Mungin menyebutkan, total anggaran untuk kegiatan UN dan UASBN tahun pelajaran 2008/2009 sebanyak Rp.376 milyar dengan rincian untuk penyelenggaraan UASBN SD sebanyak Rp.56 milyar, UN SMP/MTS/SMPLB sebanyak Rp.200 milyar, dan UN SMA/MA/SMK sebanyak Rp.120 milyar. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Depdiknas Burhanuddin Tolla menambahkan, total biaya penyelenggaraan ujian termasuk Ujian Paket A,B, dan C yang diselenggarakan dua kali dalam setahun sebanyak Rp.572 milyar.***

lebih lengkap kisi-kisi, skl dan soal prediksi UN dan UASBN silahkan lihat postingan sebelumnya.

wan

demosainscreative

January 17, 2009 at 6:37 am Leave a comment

Akhirnya Standar Nilai Kelulusan Ditetapkan

JAKARTA, SELASA- Meski banyak dikritik dalam penyelenggaraannya tahun ini, pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional (UN) untuk tahun berikutnya. Pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional bahkan menetapkan kenaikan standar nilai kelulusan UN pada tahun 2009. Jika pada tahun 2008 standar nilai rata-rata untuk dapat lulus UN ialah 5,25, tahun depan standar nilai rata-rata kelulusan menjadi 5,5.

“Saya sudah konsultasi ke presiden soal itu,” ujar Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam rapat kerja dengan Panitia Adhoc III Dewan Perwakilan Daerah RI, Selasa (25/11). Sedangkan, batas nilai minimal per mata pelajaran ialah 4,25 dengan kelonggaran nilai minimal 4 untuk dua mata pelajaran.

Dia mengatakan, pemerintah mengupayakan agar jadwal ujian tersebut tidak bentrok dengan penyelenggaraan Pemilu.
Indira Permanasari S

November 25, 2008 at 11:16 am 2 comments

Standar Kelulusan Ujian Nasional Akan Naik Jadi Angka Enam

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah mengisyaratkan standar kelulusan Ujian Nasional (UN) akan terus ditingkatkan secara bertahap, dimulai sejak tahun 2005, hingga minimal mencapai angka enam sampai tahun ajaran 2008/2009.

“Pada tahun ajaran 2005/2006 standar kelulusan UN ditetapkan 4,26 dan akan dtingkatkan menjadi lima untuk berikutnya. Diharapkan standar kelulusan itu mencapai angka enam pada tahun ajaran 2008/2009,” kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Depdiknas Gatot Hari Priowirjanto saat jumpa pers Rakernas Revitalisasi Pendidikan Nasional di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, standar kelulusan itu akan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) yang mengangkat tema Revitalisasi Pendidikan Nasional dengan melibatkan para stake holder di dunia pendidikan antara lain, 46 pakar pendidikan di Indonesia, organisasi pendidikan, para rektor seluruh Indonesia dan sebagainya.

“Angka enam untuk syarat kelulusan UN pada 2009 itu tertuang dalam rencana strategis Restra Depdiknas dan peningkatan angka kelulusan itu terkait dengan upaya Depdiknas untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, sehingga mampu bersaing di era global, khususnya dalam bidang pendidikan bisa sejajar dengan negara-negar lain di dunia,” katanya.

Ia menambahkan, standar nilai kelulusan di negara-negara tetangga saja misalnya sudah mencapai angka enam dan sudah menjadi salah satu syarat minimal untuk mencapai kelulusan UN.

Rakornas dengan tema “Revitalisasi Pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” ini akan membahas berbagai masalah, antara lain penyempurnaan Renstra Pendidikan Nasional, penjaminan mutu melalui ujian nasional, penjaminan mutu melalui peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, kurikulum, dan metode pembelajaran.

Ketua Panitia Rakornas Revitalisasi Pendidikan Nasional Baedhowi mengatakan Rakornas itu akan berlangsung 7- 9 Agustus 2006 di Jakarta dan menurut rencana dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kegiatan tersebut akan membahas berbagai persoalan pendidikan yang menyeluruh dan komprehensif dengan melibatkan juga instansi terkait lainnya, seperti Departemen Agama, ESDM, Depdagri, Departemen PU, Depsos dan Bakornas.

Staf ahli Mendiknas itu menjelaskan bahwa peserta rakornas terdiri atas unsur birokrasi, akademisi, legislatif, pakar pendidikan, dunia usaha dan industri, dan perwakilan dari berbagai lembaga maupun ormas penyelenggara pendidikan.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Depdiknas Bambang Wasito Adi, sebagai ungkapan kebanggaan dan terima kasih atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh para siswa dan mahasiswa dalam berbagai ajang kompetisi tingkat internasional, maka dalam kegiatan tersebut juga akan diberikan penghargaan satya lencana.

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan Satya Lencana Wirakarya kepada 35 anak muda yang mengharumkan nama bangsa di dunia internasional tersebut. “Total yang kita ajukan 72 orang. Namun kemungkinan hanya 35 peraih medali emas yang berkesempatan diberikan penghargaan,” katanya.(*)

November 14, 2008 at 4:11 pm 64 comments


June 2017
M T W T F S S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Kegiatan demosains CREATIVE

lantai kita

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

SD Budhaya Santo Agustinus

More Photos

Klik tertinggi

yang mampir di creative

  • 409,726 hits